Rabu, 17 November 2010

kalo kemaren saya ga kuliah, mungkin sekarang bapak sudah naik haji

kemarin saya berjanji pada seorang teman untuk share cerita selama saya "lari" dari merapi .

sebenarnya banyak cerita, dimulai dari kepanikan ingin segera lari dari merapi, sampai saat dimana akhirnya saya begitu merindukan merapi. tapi kali ini saya hanya mengambil satu dari banyak cerita, just bout me. semoga bermanfaat
malam sebelum tidur, saya bercakap dengan bude saya,
bude : "er, kamu sekarang kuliahnya semester berapa?"
saya : "3 bude"
bude : "uang kuliahnya berapa 1 semester?"
saya : "hmm, sekitar 5 juta bude"
bude : *kaget* "5 juta? kostnya berapa?"
saya : "2,5juta setahun"
bude : "wah, duit bapakmu yo dihabisin kamu aja toh" *ketawa*
saya : *diam*

ga lama setelah percakapan itu, bude langsung tidur. saya? nyaris tak dapat memejamkan mata. masih terpikir kata "wah, duit bapakmu yo dihabisin kamu aja toh"

saya memang bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. bapak saya seorang pedagang martabak telor yang penghasilan tidak tetap per bulan, dan mamak saya hanya seorang ibu rumah tangga yang tak berpenghasilan. tapi keluarga saya, juga tidak bisa diberikan surat keterangan miskin, karena bapak masih mampu untuk membiayai semua kebutuhan.
saat ini saya adalah mahasiswi farmasi UII yogyakarta semester 3
hmm, berikut ini adalah biaya saya selama setahun kuliah.
caturdharma : 11 juta
spp tahun pertama : 12,785 juta
kost 1 tahun : 2,5 juta
uang jajan 1 tahun : 12 juta

jika di total, 1 tahun kemarin sudah menghabiskan uang sebanyak 38,285 juta.  diantara kalian, memiliki pengeluaran lebih kecil atau bahkan lebih besar dari saya.
saya sebelumnya tidak pernah menghitung berapa biaya hidup dalam 1 tahun pertama. sejak bude bilang "wah, duit bapakmu yo dihabisin kamu aja toh" barulah saya terpikir untuk berhitung. dan tidak pernah menyangka bahwa biaya yang dikeluarkan begitu besar, belum lagi di tambah biaya tak terduga lainnya.dan ternyata orang tua saya mampu. mungkin beberepa dari kalian menilai uang segitu belum berarti apaapa, tapi bagi saya itu adalah jumlah yang cukup besar , sampai terbesit di pikiran saya , "kalo kemaren saya ga kuliah, mungkin sekarang bapak sudah naik haji"
saya bingung, pesan apa yang harus saya sampaikan, tapi saya rasa teman-teman bisa menyimpulkan sendiri.

beberapa dari kalian mungkin sudah membaca note saya sebelumnya yang bejudul pensil dan penghapus
"orang tua seperti penghapus dan anak seperti pensil
 orang tua selalu ada untuk anak merek, membersihkan kesalahan anak mereka
 terkadang, orang tua menjadi terluka dan menjadi semakin tua (dan terkadang meninggal)
 walaupun anak mereka akan menemukan orang lain sebagai pasangan hidup mereka, orang tua masih bahagia dengan  apa yang telah mereka lakukan untuk anak mereka dan selalu benci jika anak mereka sedih atau khawatir
 maka, sayangilah orang tuamu"

saya tidak bermaksud untuk menggurui,
mulai sekarang, cobalah untuk bisa memprioritaskan apa yang prioritas
mulai menghargai waktu, jangan bermalasan
mulailah untuk menghargai pemberian
belajar bersyukur, dan jangan banyak mengeluh
berhenti menganggap bahwa kuliah = piknik

apapun yang kita berikan nanti, bahkan menggantikan seluruh biaya yang dikeluarkan orang tuamu takkan cukup untuk membayar semua itu. karena untuk kita, mereka akan selalu ada .

buatlah mereka menangis , buat mereka menangis bangga karena telah memiliki kalian

semoga kita semua diberi kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah . Aamiiin...

 follow me @ermaaay

3 komentar:

  1. sangat membantu bagi qta yg tlah lupa dengan nya.,.,

    ##thankz##

    BalasHapus
  2. Keren dek tulisan kau, sukses yo...

    BalasHapus