Saturday, 10 March 2012

Isolasi Piperin (Dengan Metode Rekristalisasi)

Penyarian dengan Soxhlet
Tahap pertama yang dilakukan sebelum melakukan isolasi adalah melakukan ekstraksi terlebih dahulu. 
Ekstraksi : mengambil atau menarik suatu senyawa yang terdapat dalam suatu bahan dengan pelarut yang sesuai. Proses yang terjadi dalam ekstraksi adalah terlarutnya senywa yang dapat larut dari sel melalui difusi, tergantung dari letak senyawa dalam sel dan juga permeabilitas dinding sel dari bahan yang akan di ekstraksi. Prinsip: Like Disolve Like.

Berdasarkan terbentuknya gardien konsentrasi, motode ekstraksi terbagi menjadi 2, yaitu:
1.      Gradien konsentrasi solvent-sampel yang tetap, terdiri dari
       a)      Maserasi diam
       b)      Maserasi dengan pengadukan
       c)      Digesti
       d)     Ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik
2.      Gradien konsentrasi solvent-sampel yang dinamis
       a)      Perkolasi
       b)      Countercurrent extraction 
       c)      Perkolasi dalam vakum
       d)     Perkolasi dengan tekanan
       e)      Soxhlet 



Maserasi 
Secara harfiah berarti merendam. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana. Tidak ada batas pelarut dalam metode ini.
Catatan jika menggunakan metode ini, simplisia dibasahkan terlebih dahulu, jika tidak di khawatirkan akan ada simplisia yang tidak teraliri pelarut.
Proses maserasi sendiri dilakukan secara berulang dengan memisahkan cairan perendam dengan cara penyaringan, dekantir atau di peras, selanjutnya ditambahkan lagi penyari segar kedalam ampas hingga warna rendaman sama dengan warna pelarut. 

Perkolasi 
Perkolasi adalah suatu cara penarikan dengan memakai alat yang yang disebut perkolator, dimana simplisia terendam dalam cairan penyari sehingga zat-zatnya terlarut dan larutan tersebut akan menetes secara beraturan keluar sampai memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan(1). 

Soxhlet 
Merupakan metode ekstraksi yang memanfaatkan pemanasan untuk destilasi pelurut sehingga terjadi sirkulasi pelarut melalui serbuk simplisia. Metode ini efisiensi dalam pemanfaatan pelarut tetapi berisiko pembentukan artefak akibat penggunaaan panas. Prinsip: pemanasan-penguapan-pendinginan-perendaman. 

Destilasi 
Merupakan metode ekstraksi yang memanfaatkan perbedaan titik didih dari senyawa. Biasa digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri. Destilasi dibagi menjadi 3 yaitu destilasi air, destilasi uap dan destilasi uap-air.


ISOLASI PIPERIN dari Lada Hitam (Piperis nigrii) 
Setelah proses ekstraksi selesai, abrulah kita dapat melakukan suatu isolasi senyawa yang diinginkan.
Berikut adalah gambaran arah isolasi:
 


Prinsip: berdasarkan polaritas
Piperin merupakan senyawa yang tahan terhadap panas dan piperin yang digunakan untuk ekstraksi berupa serbuk halus, tujuannya supaya didapat sari dengan dengan kadar yang optimal karena jika suatu sampel ukuran partikelnya diperkecil maka partikel mudah terbasahi oleh solvent sehingga senyawa dalam simplisia mudah tersari.
Pelarut yang digunakan pada metode Soxhlet minimal cukup untuk 2 kali penyarian. Tujuannya adalah agar jika sebagian pelarut menguap masih ada sebagian tertinggal di labu alas bulat, dan tidak terbentuk kerak. proses ekstraksi dengan Soxhlet dihentikan apabila warna pelarut yang ada didalam Soxhlet sama seperti warna pelarut awalnya. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya di pekatkan dengan rotary evaporator. prinsip alat ini adalah pengupan pelarut dengan bantuan vakum. 
Proses isolasi piperin dari ekstrak lada hitam dapat dilakukan dengan metode rekristalisasi. secara harfiah rekristalisasi berarti pembentukan kristal kembali. Ekstrak yang pekat mungkin mengkristal bila didiamkan. Bila hal ini terjadi ektrak harus disaring dan keseragamannya diuji dengan kromatografi dengan menggunakan beberapa pengembangan (2). 

Identifikasi piperin yang diperoleh dilakukan dengan cara membandingkan spot isolat yang didapat dengan standar piperin yang ada. hasil yang baik secara visual atau pengamatan UV memperlihatkan spot yang sama. untuk lebih meyakinkan lagi dapat dilakuan dengan KLT densitometri dengan melihat nilai Rf dan panjang gelombang maksimum. 

Kromatigrafi Lapis Tipis (KLT)
Prinsip:Interaksi yang terjadi anatara analit dan fase gerak --> Like Disolve Like 
Kromatografi adalah suatu nama yang diberikan untuk teknik pemisahan tertentu. Pada dasarnya semua cara kromatografi menggunakan dua fase yaitu fasa tetap (stationary) dan fasa gerak (mobile), pemisahan tergantung pada gerakan relatif dari dua fasa tersebut(3).
Cara-cara kromatografi dapat digolongkan sesuai dengan sifat-sifat dari fasa tetap, yang dapat berupa zat padat atau zat cair. Jika fasa tetap berupa zat padat maka cara tersebut dikenal sebagai kromatografi serapan, jika zat cair dikenal sebagai kromatografi partisi. Karena fasa bergerak dapat berupa zat cair atau gas maka semua ada empat macam sistem kromatografi yaitu kromatografi serapan yang terdiri dari kromatografi lapis tipis dan kromatografi penukar ion, kromatografi padat, kromatografi partisi dan kromatografi gas-cair serta kromatografi kolom kapiler (3). 

Deteksi dengan KLT dapat dilakukan dengan cara:


1.      Sinar tampak
2.      Sinar UV
3.      Pereaksi warna

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan safety lab & tata tertib!!!

Pustaka
1.      Anonim. 2003. Ilmu Galenika. Dinas Kesehatan. Jakarta. 64-65
2.   Harborne. J.B., 1987, Metode Fitokima, Penerbit ITB, Bandung, halaman 6.  
3.      Hostettmann, K., dkk., 1995, Cara Kromatografi Preparatif, Penerbit ITB, Bandung.

No comments:

Post a Comment